loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Senin, 25 Okt 2021

Gelombang 3 Covid? Putra: Siswa Didik Paling Dirugikan

Putra Nababan optimistis proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat terus berlangsung meski di tengah terpaan isu datangnya gelombang ketiga Covid-19 di bulan Januari-Februari mendatang.
Gelombang 3 Covid? Putra: Siswa Didik Paling Dirugikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan dihadapan puluhan orang tua murid di SMP Santa Maria Fatima, Jakarta Timur, Jumat (22/10). (Foto: gesuri.id/Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan optimistis proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat terus berlangsung meski di tengah terpaan isu datangnya gelombang ketiga Covid-19 di bulan Januari-Februari mendatang.

Asalkan, lanjut Putra, semua pihak terkait seperti siswa didik dan keluarganya serta  pihak sekolah  bergotong-royong disiplin menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing.

Menurut Putra Nababan, jika para siswa didik harus kembali melakukan pembelajaran daring maka risiko “learning loss” dimana hilangnya pengalaman belajar akan semakin besar dan berdampak pula pada kemunduran proses akademik di dunia Pendidikan di Indonesia.  

"Terjadi atau tidaknya gelombang ketiga dari pandemi Covid-19 ini tergantung pada kita semua. Jika kita ingin anak didik ini tidak mengalami kehilangan pengalaman belajar yang lebih dalam lagi, mari kita tidak kendor dalam berprotokol," ungkap Putra dihadapan puluhan orang tua murid di SMP Santa Maria Fatima, Jakarta Timur, Jumat (22/10).

Seperti diketahui, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan gelombang ketiga Covid-19 merupakan sebuah keniscayaan. Indonesia sendiri sudah mengalami dua gelombang puncak corona. Pertama pada Januari 2021, yang kedua Juni-Juli 2021.

"Sebab, “learning loss” itu nyata adanya. Mereka mengalami kemunduran kualitas pembelajaran. Mari sayangi anak-anak kita supaya mereka tidak kehilangan pengalaman belajar. Saya itu sangat berempati sangat bisa merasakan adik-adik kita di fakultas kedokteran empat semester online, siswa didik di sekolah vokasi harus banyak melakukan praktek menggunakan peralatan dan mesin Tapi tidak bisa keluarga rumah. Mereka sangat terdampak," terang Putra.

Putra menambahkan dalam persiapan PTM terbatas ini, Komisi X DPR telah berkomunikasi dengan Kemdikbudristek serta kementerian terkait lainnya sejak Desember 2020.

Untuk diketahui sebagai Anggota DPR RI Dapil Jakarta Timur, Putra telah berkunjung ke beberapa sekolah untuk melihat langsung pelaksanaan PTM terbatas dan berdialog dengan pihak sekolah dan perwakilan orang tua murid. 

Beberapa sekolah yang baru-baru ini dikunjungi oleh Putra diantaranya adalah SDN Kampung Melayu 01, SMA Angkasa II Halim Perdana Perdana Kusuma, SMP Santa Maria Fatima dan SD Nurul Hikmah.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote