loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Jumat, 17 Des 2021

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan PPKM

Putra Nababan meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedang diterapkan.
Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan PPKM Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan dan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim saat meninjau sekolah-sekolah di Jakarta Timur yang telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR Putra Nababan meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedang diterapkan.

"Evaluasi ini diperlukan demi menjaga anak-anak bisa sekolah tatap muka secara penuh pada Januari 2022,” kata Putra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Langkah evaluasi itu sangat diperlukan karena selama pelaksanaan PPKM penegakan disiplin juga disertai dengan acuhnya masyarakat dalam menjalan protokol kesehatan (prokes) berjalan beriringan.

"Dari ledakan kasus varian Delta beberapa bulan lalu kita menyaksikan banyak kerugian yang dialami generasi muda kita karena tidak bisa Sekolah tatap muka dan kali ini kita tak menginginkan adanya ledakan kasus COVID-19 lagi,” terang dia.

Baca juga: Kapolri ingatkan vaksin dan prokes tangkal varian baru COVID-19
Baca juga: Dokter paparkan tiga "senjata" hadapi varian baru COVID-19 Omicron

Menurut Putra, selama berlangsungnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) para siswa-siswi telah banyak kehilangan pengalaman belajar (learning loss).

"Siswa didik dan mahasiswa terlalu banyak kehilangan pengalaman belajar selama PJJ dan pembelajaran tatap muka menjadi satu-satunya solusi," papar Putra.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sudah seharusnya protokol kesehatan (prokes) menjadi gaya hidup masyarakat.

"Prokes itu disiplin dijalankan karena kita sayang anak-anak, kita sedang memperjuangkan masa depan mereka agar pendidikan bisa dilakukan di bangku sekolah dan mahasiswa bisa belajar fisik di kampus," tambah Putra.

Vaksinasi dan prokes ketat berjalan beriringan demi mencegah terpapar COVID-19. Selain itu, memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru, Putra mengingatkan kembali kepada semua pihak untuk menerapkan terus prokes yang ketat.

Apalagi menurut Putra, terlebih COVID-19 varian Omicron telah masuk ke Indonesia.

Sebelumnya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus Omicron pertama di Tanah Air terjadi di fasilitas karantina Rumah Sakit Wisma Atlet Jakarta.

Sumber: Antaranews

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote