loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Jumat, 07 Jan 2022

Putra Minta Tuntaskan Vaksinasi Sebelum PTM 100%

Vaksinasi adalah hal yang sangat penting agar PTM 100% bisa dilaksanakan tanpa membahayakan kesehatan para anak didik.
Putra Minta Tuntaskan Vaksinasi Sebelum PTM 100% Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan menekankan pentingnya pemerataan vaksinasi anak-anak, sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) 100% dilaksanakan.

Menurut Putra, pemerataan vaksinasi adalah hal yang sangat penting agar PTM 100% bisa dilaksanakan tanpa membahayakan kesehatan para anak didik. 

Apalagi, saat ini ada ancaman Covid-19 varian Omicron.

"PTM 100% akan beresiko untuk anak-anak, bila vaksinasi belum dilaksanakan secara menyeluruh. Jadi, lebih baik  pemberlakuan PTM 100% diterapkan, setelah vaksinasi Covid-19 bagi anak usia sekolah sudah tuntas dilakukan," ujar Putra, di Jakarta, Kamis (6/1/2021). 

Putra mengakui pentingnya PTM 100% untuk menghindari learning loss atau kehilangan pengalaman belajar anak-anak didik. 

Namun, sambungnya, keselamatan anak-anak jauh lebih penting. 

"Jadi, sebaiknya  fokus mempercepat vaksinasi anak sebelum PTM 100% diterapkan.  Keselamatan anak-anak adalah yang  utama," tegas Politisi PDI Perjuangan itu. 

Terkait vaksinasi, Putra mengungkapkan Pemerintah dan DPR sudah memperjuangkan untuk vaksinasi pelajar yang berusia 12-18 tahun. Guru, tenaga kependidikan dan dosen sudah banyak juga yang divaksin.

Lalu setelah ada varian Delta,  PPKM Level 4 selama 2,5  bulan pun diterapkan.

"Setelah itu, kita vaksin usia 12-18 tahun. Kemudian, kita mulai uji coba PTM terbatas.  Sekarang ini, ada vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun. Jadi, Vaksinasi itu harus dituntaskan untuk mempersiapkan anak-anak kita ke sekolah guna menjalani PTM 100%," ujar Putra. 

Putra juga mengingatkan Pemerintah untuk tetap mewajibkan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan (Prokes), termasuk ketika PTM 100% sudah diterapkan. 

Pemerintah, ujar Putra, jangan membiarkan terjadinya pelanggaran Prokes dalam kegiatan belajar mengajar. 

"Pengawasan yang ketat diperlukan, agar seluruh sekolah tetap menerapkan prokes demi keselamatan anak-anak didik, termasuk ketika PTM 100% diterapkan nantinya," ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jakarta Timur itu

Seperti diketahui, sejumlah daerah mulai menerapkan PTM 100%  memasuki semester dua tahun ajaran 2021/2022. Hal tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang memperbolehkan daerah dengan status PPKM Level 1 dan Level 2 menerapkan PTM 100%.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote