loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Kamis, 17 Mar 2022

Penghapusan Antigen & PCR, Putra Ingatkan Jangan Kebablasan!

Putra mengingatkan jangan kebablasan dalam memberikan pemulihan ke sektor pariwisata.
Penghapusan Antigen & PCR, Putra Ingatkan Jangan Kebablasan! Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan mengkritisi kebijakan menghapus syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik baik darat, laut, maupun udara bagi orang yang sudah divaksin dua dosis.

"Saya sangat berharap kita tidak kebablasan ke dalam memberikan pemulihan dalam sektor pariwisata. Terus terang saudara menteri dan saudari wakil menteri, saya sih belum siap duduk sebelah-sebelah dengan positif COVID-19 di dalam pesawat." kata Putra dalam rapat kerja dengan jajaran Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta, Rabu (16/3).

"Terlebih sekarang sudah tidak ada deteksinya, tidak diwajibkannya antigen dan PCR, mohon maaf kalau dalam kondisi sekarang kebablasan, apalagi antigen harganya tidak sampe 50-60 ribu." tambah Putra.

Pernyataan Putra ini akan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 resmi mengeluarkan aturan baru yang menghapus syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik baik darat, laut, maupun udara bagi orang yang sudah divaksin dua dosis.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi COVID-19 yang ditandatangani Ketua Satgas COVID-19 Suharyanto.

Secara khusus untuk Bali, Putra memberikan perhatian khusus untuk pemulihan sektor pariwisata di Pulau Dewata tersebut. Putra berharap kebijakan pendeteksian COVID-19 benar-benar dijalankan.

"Soal Bali, saya ingin agar syarat dua vaksin plus booster dan PCR on the spot benar-benar dilaksanakan." papar Putra.

Langkah ini diperlukan, karena COVID-19 sub varian Omicron BA.2 telah ditemukan di Hongkong. 

Peningkatan kasus fatalitas COVID-19 di Hongkong dipicu vaksinasi pada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) masih rendah, sekitar 26 persen.

"Kita baru baca kemarin di surat kabar dan media on line, varian baru di Hongkong sudah ditemukan lagi, kita jangan kebablasan karena bagaimana pun kita bersyukur penerbangan mulai membaik." papar Putra.

"Faktor kesehatan harus kita kedepankan." Tandas Putra.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote