loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Jumat, 01 Apr 2022

Putra: Komitmen Kebangsaan Generasi Muda Bendung Intoleransi

"Kita harus bahu membahu untuk membendung sikap intoleransi yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara."
Putra: Komitmen Kebangsaan Generasi Muda Bendung Intoleransi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan dalam Sosisalisasi 4 Pilar MPRI RI di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (31/03). (gesuri.id/Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengatakan generasi muda Indonesia harus memiliki komitmen yang teguh sebagai garda depan dalam menjaga empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu, lanjut Putra, guna membendung sikap intoleransi yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

"Kita harus bahu membahu untuk membendung sikap intoleransi yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara," ujar Putra dalam Sosisalisasi 4 Pilar MPRI RI di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (31/03).

Untuk itu, lanjut Mantan Pemred TV berita itu, generasi muda Indonesia harus betul-betul memahami empat pilar kebangsaan dan kemudian menerapkannya baik di lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

"Kita harus teguhkan komitmen untuk menjaga, memahami dan mengimplementasikannya sebagaimana empat pilar kebangsaan itu disepakati oleh para pendahulu kita," tandas Putra.

Guna mencapai semua itu, Putra menekankan generasi muda Bangsa jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah besar Bangsa.

Sebab dengan memahami arti pentingnya sejarah Bangsa, maka para generasi penerus Bangsa dapat menghayati dan sanggup menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan tersebut.

Dengan demikian, sambung Politisi PDI Perjuangan itu, akan berdampak pada penguatan kembali kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Putra juga mengharapkan generasi muda Bangsa dapat menanamkan rasa cinta Tanah Air, wawasan kebangsaan, gotong royong, kerukunan umat beragama, suku, golongan dan ras dalam bingkai NKRI.

"Dengan komitmen yang kuat, sudah sepatutnya masyarakat tidak perlu lagi mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan (SARA)," pungkasnya.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote