loader

Please Wait ...

Ali Imron Hamid
| Sabtu, 10 Sep 2022

Kunjungi Sentra Pelatihan Olahraga, Putra Pompa Atlet Muda

Putra mengatakan calon atlet ini nantinya diproyeksikan 5 tahun mendatang bisa mengharumkan nama bangsa di event internasional.
Kunjungi Sentra Pelatihan Olahraga, Putra Pompa Atlet Muda Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengunjungi sentra pelatihan dan pendidikan olah raga bagi atlet muda berprestasi di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun Jakarta Timur Kamis (9/9).

Dalam kunjungannya tersebut, Putra mengatakan calon atlet ini nantinya diproyeksikan 5 tahun mendatang bisa mengharumkan nama bangsa di event internasional. 

"Saya membayangkan kalau rambut saya sudah memutih, bendera merah putih bisa berkibar karena prestasi kalian di ajang olimpiade. Memang itu desain kita sejak awal," katanya saat memberikan sambutan di acara peresmian Sentra DKI Jakarta. 

Menurut Putra, para atlet muda berbakat ini seharusnya bersyukur sebab mereka berhasil menyisihkan 1000 peserta yang ikut dalam seleksi Desan Besar Olah Raga Nasional (DBON).

"Adik adik semua harus bersyukur sebab dari 1000 orang yang diseleksi hanya 35 orang saja yang kemudian mengikuti program di Sentra Pelatihan dan Pendikan DKI Jakarta yang ada di UNJ ini," katanya. 

Meski demikian, Putra juga mengingatkan bahwa selain para atlet harus berprestasi, para atlet muda ini juga harus memiliki pendidikan yang bagus.

"Jadi ketika nanti pensiun di umur 35 tahun, kalian masih bisa menjadi seorang profesional. Syukur syukur bisa menjadi profesor atau doktor karena memiliki pendidikan yang bagus. Saya full mendukung kalian harus berprestasi membanggakan orang tua," ujarnya. 

Putra pun lantas menjelaskan bahwa gagasan tentang DBON ini muncuk dari Presiden Jokwi sekitar 2 tahun lalu saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

"Ingat ya beliau pernah mengatakan rebooting system atau reset system olah raga. Kemudian menpora dengan cepat tangkas dan berkoordinasi dengan Komisi  X melahirkan DBON," tambahnya. 

Kemudian, ketika minggu lalu dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8), Putra sempat mempertanyakan anggaran operasional DBON ini kepada Menpora di tengah pembahasan penyusunan pagu anggaran 2023 untuk Kemenpora.

"Di tengah pembahasan anggaran, saya punya pertanyaan terkait nasib anak anak yang sudah diseleksi namun sampai sekarang belum masuk juga di sentra pendidikan dan pelatihan olah raga. Banyak orang tua yang mempertanyakan nasib anak anak mereka yang sudah lolos tersebut," katanya. 

Putra menyebut, kalau dirinya ikut memperjuangkan nasib anak anak yang sudah lolos seleksi namun belum masuk karantina di Sentra Pelatihan dan Pendidikan Jakarta tersebut.

"Saya mempertanyakan hal ini kepada Menpora bukan karena UNJ berada di Dapil Jakarta Timur, malainkan karena peduli dengan nasib putra putri dari orang tua yang ikut program seleksi tersebut," katannya.

Mendapat sentilan tersebut, sejak dua minggu lalu Menpora langsung turun tangan dan menyatakan komitmennya untuk membangun dan mengembankan DBON.

"Bang Putra siap kami tidak lari dari tanggung jawab. DBON tetap kita laksanakan meskipun anggarannya tidak ada. Bahkan anggaran operasional untuk Sentra Pendidikan dan Pelatihan Olahraga DKI Jakarta juga sebenarnya tidak ada," jelasnya. 

Namun demikian, Menpora sudah memberikan ketegasannya untuk tetap melanjutkan program pembibitan atlet di UNJ.

"Karena anggarannya belum ada maka yang dilakukan Menpora saat itu adalah menggeser anggaran olah raga kepada pos anggarann DBON. Makanya dari rencana 10 sentra ini, Kemenpora baru bisa menyiapkan 4 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Mudah mudahan target pengembangan 10 sentra ini bisa sesuai dengan harapan di masa mendatang," katanya. 

Lebih lanjut lagi Putra juga akan memperjuangkan kurikulum khusus atlet selama masa karantina dilakukan.

"Kurikulum khusus itu satu terobosan yang harus kita dukung. Saya bersama komisi 10 akan membuat UU Sisdiknas dalam waktu dekat ini. Jadi apa yang disampaikan terkait kurikulum perlu kita angkat dalam pembahasan RUU Sisdiknas mendatang," ujarnya.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote