loader

Please Wait ...

Meyrza Ashrie Tristyana
| Selasa, 09 Jun 2020

Tidak Disiplin New Normal, Putra Nababan Khawatir Second Wave

Putra Nababan mengkhawatirkan normal baru atau new normal yang diberlakukan di Jakarta bisa memunculkan gelombang kedua pandemi Covid-19.
Tidak Disiplin New Normal, Putra Nababan Khawatir Second Wave

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengkhawatirkan normal baru atau new normal yang diberlakukan di Jakarta bisa memunculkan gelombang kedua pandemi Covid-19. Hal ini mungkin terjadi karena aturan new normal yang tidak disosialisasikan dengan baik, tidak dilaksanakan dengan disiplin dan tidak ada pengawasan dengan ketat.

"Sungguh saya khawatir dengan pemahaman normal baru dari warga yang bekerja di Jakarta serta pengawasan yang sangat longgar dari pelaksanaan ini bisa menimbulkan second wave. Gelombang kedua pandemi Corona di Jakarta," kata Putra yang dapilnya di Jakarta Timur, Selasa (9/6) sore di Jakarta.

Kekhawatiran mantan Pemred TV berita ini tidak berlebihan karena Selasa sore ini tercatat jumlah pasien positif di DKI Jakarta meningkat 313 orang. Sehingga jumlah orang yang positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 8.355 kasus baru, meninggal 533 orang. Sedangkan data per Senin (8/6) di DKI Jakarta sebanyak 8.042 meninggal 539 orang, atau bertambah 96 orang dibandingkan data terakhir pada Minggu (7/6) yakni 7.946 pasien.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi yang tertuang dalam Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif. Pergub ditandatangani Anies pada Kamis (4/6).
 

Untuk itu, Putra menegaskan sesegera mungkin Gubernur dan jajarannya melakukan sidak-sidak khusus ke berbagai kantor di seluruh wilayah DKI Jakarta. 

Apalagi, menurut Putra, pemandangan memprihatinkan terjadi sejak Senin lalu dimana banyak pekerja berduyun-duyun ke Jakarta yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan dalam PSBB Transisi kali ini.

“Ini menunjukkan rendahnya disiplin dari warga yang bekerja di DKI Jakarta dalam melaksanakan protokol normal baru dan ini sangat berbahaya sebab kita sesungguhnya tidak punya kesiapan untuk PSBB Transisi menuju ke kehidupan normal baru, sehingga berisiko sangat tinggi," ujar Putra yang juga anggota Komisi bidang pendidikan DPR RI.

Dampaknya, lanjut Putra, dengan pelonggaran PSBB yang diistilahkan PSBB Transisi saat ini justru akan membuat kondisi penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta akan semakin luas dan berbahaya.

Mantan penyiar ini juga sangat menyayangkan pelanggaran PSBB yang dilakukan di DKI Jakarta, sebab ujar Putra sangat dipastikan justru akan membawa pada melonjaknya jumlah korban akibat Covid-19 di Ibu Kota.

Ditambah lagi, Putra menilai pelanggaran PSBB tersebut karena faktanya di lapangan memang masyarakat DKI Jakarta belum mampu menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing saat masa transisi menuju kenormalan baru atau 'new normal'.

Sementara itu, sejak Senin (8/6), aktivitas ekonomi kembali bergeliat dan ribuan orang mulai datang ke kantor yang terletak di wilayah DKI Jakarta. Ini terjadi setelah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi (PSBBT) menuju kehidupan normal baru di DKI Jakarta sejak Jumat pekan lalu.

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote