loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Kamis, 12 Nov 2020

Pemuda Indonesia Jangan Lupa Kembangkan Soft Skill

Putra Nababan mengingatkan, dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, pemuda Indonesia jangan lupa juga mengembangkan soft skill.
Pemuda Indonesia Jangan Lupa Kembangkan Soft Skill

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Komisi X, Putra Nababan menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, pemuda Indonesia jangan lupa juga mengembangkan soft skill. Kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, bisa memecahkan masalah, inovasi, bekerja sebagai tim meski lewat digital, hal ini akan memperkaya pengembangan diri.

"Namun dasar membaca, menulis, melatih kemampuan intelektual bagaimana bernarasi, bertutur dan lainnya harus terus diasah. Tantangan di era sekarang tidak mudah, makanya saya juga tak mau menyalahkan generasi muda saat ini. Mereka bukan tidak punya kemampuan literasi untuk mengembangkan diri, tapi perlu dukungan luas," ujar Putra Nababan, Selasa (10/11).

Ini menjadi tantangan dan tugas berat untuk meningkatkan literasi dengan cara berkolaborasi bekerja sama satu sama lain. Tidak mungkin Perpusnas bekerja sendirian atau Kemendikbud saja, tetapi perlu bahu membahu membagi peran seperti DPR, lembaga pendidikan, sekolah dan lainya karena ruang publik itu sangat luas.

"Tantangan menjadi lebih besar ketika teknologi digital sudah ada di sekeliling dan harus bisa dimanfaatkan dalam melatih tingkat intelektualitas seseorang. Saya mencontohkan ketika berbicara konten atau isi namun tak membaca maupun menulis, kita yang aktif di Youtube dan medsos lainnya, maka  tak bisa hasilkan karya berkualitas, karena ketahuan tingkat referensinya rendah dan terkesan dangkal, sehingga kualitasnya dibawah rata-rata," terangnya.

Kita tak mau generasi karya yang seperti ini. Benang merahnya harus dimiliki dari buku, perpusnas dan koleksinya. Sejak jadi wartawan dan pemrred, mengajak dengan button up beri. Putra mengakui di era modernisasi saat ini generasi muda tidak bisa dipaksa dan disuruh-suruh seperti generasi sebelumnya.

Maka perlu menghadirkan dialog interaktif dengan memberikan bukti contoh nyata bahwa orang sukses bisa karena banyak membaca buku dan memiliki referensi yang luas.  

"Perpusnas sudah melakukan hal ini dengan mengajak Duta Baca Perpusnas yang menjadi salah satu mentoring public figure hadir di tengah pemuda dalam memberikan contoh, bahwa mereka bisa sukses karena banyak membaca yang menjadi modal dasarnya dalam berkarya di tengah masyarakat luas," tuturnya.

Sumber: Suaramerdeka.com

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote