loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Jumat, 05 Feb 2021

Dampak Ekonomi, Putra Minta Bantuan Uang Kuliah Dilanjutkan

Putra Nababan menegaskan bantuan dana pendidikan dari pemerintah pusat seperti program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi mereka yang berhak menerimanya perlu dilanjutkan. 
Dampak Ekonomi, Putra Minta Bantuan Uang Kuliah Dilanjutkan Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan saat bertemu dengan pimpinan dan mahasiswa Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta Timur, Jumat (5/2). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan menegaskan bantuan dana pendidikan dari pemerintah pusat seperti program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi mereka yang berhak menerimanya perlu dilanjutkan. 

Sebab, menurut Putra, hal itu sangat membantu para siswa penerima bantuan dan meringankan beban orangtua peserta, khususnya di era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. 

Untuk itu, Putra mendorong Kemendikbud bersama Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pemberian bantuan UKT maupun KIP Kuliah para mahasiswi/mahasiswa. Dengan demikian, mereka bisa tetap kuliah dan meringankan beban ekonomi orangtuanya.

"Kita belum bisa memprediksi dampak ekonomi dari pandemi covid-19 ini. Jika tidak ada bantuan, apakah orang tua siswa sudah mampu bayar, kalo ditunda 2 tahun lagi apa iya? Jangan-jangan nanti siswa tidak bisa lulus karena UKTnya tidak lunas," ujar Putra saat bertemu dengan pimpinan dan mahasiswa Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta Timur, Jumat (5/2).

Putra menceritakan di bulan April 2020 saat ia berkomunikasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia bagian tengah yaitu kampus-kampus yang ada di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Bali serta kepulauan lainya, dimana mereka menceritakan bagaimana mereka tidak bisa menerima program penundaan UKT.

Anggota DPR RI dapil Jakarta Timur itu juga mencontohkan betapa bantuan pendidikan kuliah tersebut betul-betul bisa membantu para siswa yang ada di wilayah daerah pemilihannya, Jakarta Timur. 

"Saya ikut membantu memperjuangkan para mahasiswa yang ada di DKI Jakarta, bahkan yang ada di kawasan Jabodetabek karena kita ingin mereka tidak putus sekolah," ujar Mantan Pemimpin Redaksi itu.

Putra juga menuturkan dirinya bisa memahami perjuangan para mahasiswa yang harus bekerja membantu orangtuanya saat sambil kuliah dan berusaha meraih nilai yang tinggi.

Sebab, lanjutnya, ia pun pernah melakoni hal yang sama dimana saat kuliah selama 4 tahun Putra bekerja sebagai satpam di kampusnya.

"Saya 4 tahun kuliah sambil kerja sebagai satpam,m, jadi saya ngerti dan paham sulitnya kuliah mengejar nilai yang tinggi sambil berjuang bantu orangtua bayar UKT. Saya paham banget, ngerti banget," tandasnya.

Putra pun mengisahkan ketika ia bertemu dengan 40 hingga 50 mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahannya melalui zoom sambil bekerja. 

Bahkan, lanjutnya, ia menyaksikan langsung di dapilnya Jakarta Timur para mahasiswa yang sekolah sambil bekerja. 

Ia mencontohkan ada yang tengah zoom kuliah sambil bekerja sebagai petugas kebersihan di wisma atlit, meski Putra menilai hal itu sangat berisiko bagi kesehatannya.

"Saat zoom meeting sama saya, mereka sedang kerja di pintu tol, bayangin mereka lagi ngitung duit atau ngitung karcisnya mau dibagikan di depannya ada zoom meeting dengan saya anggota DPR RI, saya bilang 'kamu lagi ngapain? Saya lagi kerja pak buat nambah-nambah pak, hati-hati saya bilang gitu ya tetap semangat kerja'," ungkapnya.

"Satu lagi petugas kebersihan cleaning service di Wisma Atlit, 'kamu kerja dimana dek? Lewat zoom meeting kaya gini, di Wisma Atlit pak, kamu lagi ngapain? Ini pak Saya lagi di ruang kebersihan, ngapain? zoom meeting sama bapak, kamu sehat? Saya lagi kena covid pak, jadi kamu cleaning service sekalian covid? iya pak'. Coba ini, positif sambal kerja zoom meeting sama saya lagi, masih banyak lagi kisah kisahnya," ungkap Putra menambahkan.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote