loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Rabu, 28 Apr 2021

Putra: Digital Alat Perjuangan Transformasi Sosial & Ekonomi

"Saya minta kita bisa menjadikan handphone sebagai alat perjuangan, sebagai alat kita bisa menggerakkan ekonomi rumah tangga kita."
Putra: Digital Alat Perjuangan Transformasi Sosial & Ekonomi Putra Nababan saat membuka acara Bimtek Digital Marketing Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyelenggaraan Event Kemenparekraf diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif Jakarta Timur di Hotel Harper Cawang, Senin (26/4). (Foto: I

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengajak masyarakat dan para pelaku ekonomi kreatif di Tanah Air untuk melihat dan mentransformasikan sistem digital sebagai suatu alat perjuangan yang sanggup menggerakkan kehidupan sosial serta mendongkrak ekonomi keluarga. 

Tak hanya sampai di situ, lanjutnya, dampaknya pasti akan lebih luas lagi bagi lingkungan sekitar hingga kesejahteraan Bangsa dan Negara Indonesia secara keseluruhan.

Demikian diungkapkan Putra saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyelenggaraan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Putra Nababan selaku Anggota DPR RI Komisi X dan diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif Jakarta Timur di Hotel Harper Cawang, Senin (26/4).

"Di Bimtek ini saya minta kita bisa menjadikan handphone sebagai alat perjuangan, sebagai alat kita bisa menggerakkan ekonomi rumah tangga kita," kata Politisi Banteng tersebut.

Putra mencontohkan bagaimana digital sanggup mengubah perilaku sosial dan bisa menggerakkan ekonomi rumah tangga, hingga lebih luas lagi membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.  

Terkhusus bagi para pelaku ekonomi kreatif, Putra juga mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan media digital telephon genggam alias handphone guna mengoptimalkan usaha mereka. 

Utamanya, lanjut Putra, di tengah kemajuan digital dan media sosial mengingat pandemi telah mengakibatkan pembatasan orang untuk beraktivitas.

"Saya yakin kalau bapak ibu itu memulai dari rumah pasti yang untung yang bermanfaat bukan hanya diri sendiri, tapi lingkungan disekitarnya itu juga akan merasakan manfaatnya, mungkin gojeknya, mungkin penyedia bahan bakunya, dan lain sebagainya," jelas Mantan Pemimpin Redaksi itu.

Putra pun mengapresiasi Kemenparekraf yang telah memberikan ruang pelatihan bagi para pelaku kreatif untuk dapat menyerap ilmu dan mengaplikasikan pada usaha dan meningkatkan kreativitasnya dengan memanfaatkan handphone.

"Saya senang karena Kemenparekraf bisa menemukan jalan menggunakan alat yang kita gunakan setiap hari, yakni handphone untuk kepentingan program dagangan kita, bagaimana menggunakan handphone. Terus terang ya handphone ini buka masalah mahal atau murah, handphone ini urusan dari mata, kalau orang jawa bilang 'roso' (rasa), angle, sudut pandang," bebernya.

Untuk diketahui bimtek yang dihadiri oleh 100 pelaku usaha kreatif Jakarta Timur tersebut juga dihadiri oleh Direktorat Pembangunan SDM Ekonomi Kreatif Rita Dwi Kartika Utami dan Kepala Suku Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Rus Suharto.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote