loader

Please Wait ...

Ali Imron Hamid
| Rabu, 01 Sep 2021

Putra Minta Mendikbud Dorong Kuliah Tatap Muka di Jakarta

Putra menyatakan, dirinya sudah bertemu ratusan mahasiswa yang sudah berkuliah di semester 3, namun belum pernah kuliah di kampus.
Putra Minta Mendikbud Dorong Kuliah Tatap Muka di Jakarta Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Makarim dan jajarannya mendorong agar perguruan tinggi (PT) di DKI Jakarta segera melakukan kuliah tatap muka. 

Putra menyatakan, dirinya sudah bertemu ratusan mahasiswa yang sudah berkuliah di semester 3, namun belum pernah kuliah di kampus.

Hal itu dikatakan Putra dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Makarim, Selasa (31/8).

"Ini menjadi keprihatinan kita mas Menteri. Seharusnya mereka itu adalah para mahasiswa yang sudah divaksin. Dan mereka mampu jalankan protokol kesehatan dengan lebih baik, dibandingkan siswa SD dan SMP," ujar Putra.

Terkait sekolah tatap muka di DKI Jakarta, Putra menyatakan pihaknya terus memonitor pelaksanaan sekolah tatap muka di tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA.

Putra pun mengaku dirinya sudah bertemu dengan ratusan orang tua murid tentang kesiapan, antusiasme dan vaksinasi yang mereka lakukan guna melaksanakan sekolah tatap muka. 

Putra juga menegaskan, PDI Perjuangan mendukung penuh penambahan anggaran di sektor pendidikan. Terutama beasiswa-beasiswa yang terkait langsung dengan siswa didik dan mahasiswa di daerah 3 T (terluar, terpencil dan tertinggal) serta program peningkatan kualitas pendidikan. 

"Sebab Fakta nya masih ada kekurangan 200.000 orang dalam program KIP Kuliah dengan anggaran Rp1,2 triliun," ujar Putra, yang merupakan Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jakarta Timur ini.

Menanggapi persoalan sekolah dan kuliah tatap muka, Nadiem mengakui selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) hybrid masih ada, maka ada beberapa program yang masuk tahun anggaran 2022. Salah satunya program Kampus Mengajar. 

Program itu masuk dalam Program Kampus Merdeka Magang Bersertifikat. Hal itu, ujar Nadiem, adalah salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan akibat pandemi.

"Asesmen Nasional, juga adalah bagian dari upaya untuk mengetahui siapa yang paling ketinggalan. Jadi anggaran disitu untuk memastikan mana sekolah yang paling ketinggalan," ujarnya. 

"Jadi persoalan belajar tatap muka ini sudah dimasukkan dalam berbagai butir pendanaan yang sudah ada. Dan berbagai direktorat turut bergotong-royong disitu. Termasuk dalam melakukan penyederhanaan kurikulum kita. Tanpa penyederhanaan kurikulum, literasi dan numerasi kita tak akan terkejar," lanjut Nadiem.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote