loader

Please Wait ...

Elva Nurrul Prastiwi
| Jumat, 12 Mar 2021

Keberagaman NKRI Ciptakan Kekuatan Peduli Sesama

Putra Nababan mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan ciri khas dan jati diri Bangsa dan Negara Indonesia harus menjadi sumber kekuatan.
Keberagaman NKRI Ciptakan Kekuatan Peduli Sesama

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan ciri khas dan jati diri Bangsa dan Negara Indonesia harus menjadi sumber kekuatan, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Untuk itu, lanjut Putra, keberagaman kekayaan suku, agama, bahasa dan budaya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua tersebut harus diwujudnyatakan dengan terus menciptakan kehidupan Gotong-Royong, yaitu saling peduli akan sesama.   

"Selain Betawi, Jakarta Timur ini terdiri dari beragam masyarakat ya, ada dari Jawa, Sunda, Batak tinggal di Jakarta Timur. Namun dengan adanya keberagaman inilah mari kita menjadi kuat di tengah musibah Covid ini dengan saling peduli sesama," ungkap Putra dalam Acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Rumah Aspirasi Putra Nababan, Kamis (11/3).

Lebih lanjut Putra mengatakan keluarga terdekat di lingkungan masyarakat bukanlah saudara sendiri melainkan tetangga yang berada di lingkungan tempat tinggal kita. 

"Tetangga adalah orang pertama yang akan memberikan bantuan saat kita sedang dilanda kesusahan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Putra juga mensosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) yang dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah.

Menurut Putra bantuan PIP ini bertujuan untuk memberikan pemerataan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu yang berhak mendapatkan bantuan dari negara.

"Saya berharap pemerataan ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berupa bantuan PIP ini supaya semuanya mendapatkan manfaat," kata Putra.

Putra juga menyayangkan akan minimnya informasi yang diperoleh warga serta sekolah yang beranggapan bahwa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa lagi menerima PIP.

"Ada ratusan warga tanah garapan di Jaktim tidak mengajukan PIP karena takut harus memilih antara KIP dan KJP, kan kasihan. Jadi karena ketakutan-ketakutan ini, saya ingin betul-betul mensosialisasikan dengan sungguh-sungguh, supaya mereka dapat semuanya," sambung Kader PDI Perjuangan tersebut.

Putra menerangkan bahwa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membolehkan siswa penerima KJP menerima KIP yang didistribusikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kartu Jakarta Pintar Plus yang diteken Anies Baswedan pada 26 Januari 2018.

Sumber: Gesuri.id

QUOTE
quote
quote
quote
quote
quote